Tampilkan postingan dengan label Lukisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lukisan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2011

Lukisan Starry Night oleh Vincent Van Gogh

Vincent Willem Van Gogh (30 Maret 1853 – 20 Juli 1890) melukis lukisan ini saat dia sedang berada di sebuah rumah sakit jiwa di Saint Rémy de Provence pada bulan Juni tahun 1889. Sungguh menyedihkan mengingat pada saat itu tidak ada satu pun yang melirik karyanya. Bahkan tak sedikit yang mencibir dan mencemoohkannya. Tidak ada satu pun yang mau mengerti apa isi dan maksud dari lukisannya itu. Tidak ada juga yang mau mengerti bagaimana indahnya pemikiran atas cara pembuatan lukisannya yang unik itu.
Baru kemudian, setelah Vincent meninggalkan dunia, manusia baru mengerti betapa indahnya cinta yang dia tuangkan ke dalam lukisannya itu. Manusia berebut untuk memujinya. Memperebutkannya. Memberinya sejuta penghargaan.
Langit berputar-putar yang dipenuhi bintang-bintang kuning yang bersinar terang di atas sebuah kota kecil dan bukitnya dengan ujung sebuah pohon yang besar dan gelap memang memiliki interpretasi yang berbeda-beda bagi setiap orang yang melihatnya namun mengarahkan kita untuk terfokus pada langit, bahkan ujung gereja yang berada di dalam kota kecil itu pun dibuat menjulang tinggi ke atas. Semuanya tertuju kepada Tuhan yang ada di atas sana. 


Minggu, 20 Februari 2011

Ilustrasi The King's Speech oleh Adam Simpson


Adam Simpson membuat beberapa ilustrasi untuk BAFTA Film Awards, menggambarkan 5 nominasi film terbaik tahun ini. Gambar yang ada di atas adalah gambar untuk The King's Speech salah satu favorite saya, tapi semuanya adalah ilustrasi-ilustrasi yang dahsyat.  Lihat semua gambarnya disini, dan baca lebih lanjut tentangnya di the BAFTA website.

Selasa, 15 Februari 2011

Jean-Baptiste Greuze (1725-1805)

Jean-Baptiste Greuze adalah seorang pelukis Perancis dan penggambar yang terkenal karena lukisannya yang mencakup genre adegan, potret dan studi kepala ekspresif. Sepanjang tahun 1960an dia memenangkan pujian-pujian dari karya-karyanya yang sentimental. Ia berharap untuk dapat masuk ke akademi sebagai pelukis sejarah, ia mengajukan karya historis besar. Ketika ditolak, dia menolak untuk mengadakan pameran dimana saja tetapi hanya di studionya sendiri selama 30 tahun. Dia memperoleh hidup dengan moralitas menggambar wanita muda berantakan yang tidak bersalah, tetapi dengan berjalannya waktu popularitasnya menurun.Reaksi terhadap lukisan bergenre sentimentalnya mengakibatkan pengabaian yang kritis tentang gambar dan potret buatannya, yang menampilkan hadiah teknis yang sangat baik.

Beberapa Lukisan dari Jean-Baptiste Greuze:

Head and Shoulders of a Young Woman
The White Hat

Floating in a Landscape by Karel Apple

Karel Appel, “Floating in a Landscape”, 1979 

Artist: Karel Appel, Dutch (1921 - 2006)
Title: Floating in a Landscape
Year: 1979
Medium: Lithograph on Arches, signed and numbered in pencil
Edition: 160
Size: 21.5 in. x 29.5 in. (54.61 cm x 74.93 cm)

Jumat, 11 Februari 2011

Affandi dan Lukisannya

Affandi Koesoema adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia. Mungkin adalah pelukis Indonesia yang paling terkenal di kalangan Internasional. Pada tahun 1950, Affandi sering mengadakan pameran tunggal di India, Eropa dan Amerika Serikat.
Semasa hidupnya, Affandi telah menciptakan 2000 karya lukis. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia, baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974 ini dalam mengerjakan lukisannya, lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu.

Salah satu lukisan Affandi:

  • Penghargaan
  1. Piagam Anugerah Seni, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1969
  2. Doktor Honoris Causa dari University of Singapore, 1974
  3. Dag Hammarskjöld, International Peace Prize (Florence, Italia, 1997)
  4. Bintang Jasa Utama, tahun 1978
  5. Julukan Pelukis Ekspresionis Baru Indonesia oleh Koran International Herald Tribune
  6. Gelar Grand Maestro di Florence, Italia
  • Pameran
  1. Museum of Modern Art (Rio de Janeiro, Brazil, 1966)
  2. East-West Center (Honolulu, 1988)
  3. Festival of Indonesia (AS, 1990-1992)
  4. Gate Foundation (Amsterdam, Belanda, 1993)
  5. Singapore Art Museum (1994)
  6. Centre for Strategic and International Studies (Jakarta, 1996)
  7. Indonesia-Japan Friendship Festival (Morioka, Tokyo, 1997)
  8. ASEAN Masterworks (Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia, 1997-1998)
  9. Pameran keliling di berbagai kota di India.
  10. Pameran di Eropa al: London, Amsterdam, Brussels, Paris, Roma
  11. Pameran di benua Amerika al: Brazilia, Venezia, São Paulo, Amerika Serikat
  12. Pameran di Australia
Sumeber: Wikipedia

Jumat, 04 Februari 2011

Lukisan The Lady of Shalott


Lukisan The Lady of Shalott adalah lukisan yang dibuat oleh John William Waterhouse pada tahun 1888. Karya ini merupakan representasi dari puisi karya Lord Alfred Tennyson (dibuat tahun 1832) yang berjudul sama. Sang penyair menggambarkan tenatng seorang perempuan muda (berdasarkan Elaine of Astolat yang memiliki kasih tak berbalas pada Sir Lancelot) terisolasi di bawah kutukan yang tak terungkapkan di sebuah menara dekat Camelot Raja Arthur. John William Waterhouse membuat 3 versi lukisan yang berbeda untuk karakter ini pada tahun 1888, 1894 dan 1916.
Menurut Legenda, Lady of Shalott dilarang untuk melihat realita atau dunia luar, melainkan ia ditakdirkan untuk melihat dunia melalui cermin dan menenun apa yang dilihatnya ke permadani. Putus asanya semakin tinggi ketika dia melihat pasangan yang saling mencintai terjalin di kejauhan. Dia menghabiskan hari-hari dan malam-malam yang sakit untuk kembali ke normal. Suatu hari Lady of Shalott melihat Sir Lancelot lewat di jalan di dalam cerminnya, dan dia berani untuk melihat ke luar ke Camelot, membawa sebuah kutukan. Wanita itu melarikan diri dengan perahu selama badai musim gugur. Ketika ia berlayar ke Camelot dan kematian tertentu, dia menyanyika sebuah ratapan. Tubuh beku wanita itu tak lama kemuadian ditemukan oleh kesatria-kesatria dan wanita-wanita dari Camelot. Salah satu diantaranya adalah Sir Lancelot, yang berdoa kepada Tuhan agar mengampuni jiwanya (Jiwa Lady of Shalott). Permadani yang ia tenun selama ia di penjara ditemukan tersampir di sisi perahunya.

Bagian IV dari puisi Tennyson:
"And down the river's dim expanse
Like some bold seer in a trance,
Seeing all his own mischance—
With glassy countenance
Did she look to Camelot.
And at the closing of the day
She loosed the chain, and down she lay;
The broad stream bore her far away,
The Lady of Shalott."
Itulah isi bagian ke IV dari puisi The Lady of Shalott oleh Tennyson.